
Citra Luwu Raya – Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti skandal dugaan penyitaan terhadap 2 vessel atau kapal kargo berukuran besar di perairan Selat Hormuz, pada Kamis, 23 April 2026.
Dalam unggahan akun X, @mog_ressEN pada hari yang sama, terlihat perahu kecil mendekati kapal kargo yang berisi pasukan bertopeng dengan perlengkapan senjata lengkap menaiki vessel bertuliskan ‘MSC’.
Muncul dugaan, pasukan bertopeng itu berasal dari Komando Militer Iran sebab juga disiarkan pada televisi nasional di Iran.
“Komando Militer Iran merilis rekaman pasukan mereka yang menaiki dan merebut dua kapal MSC di dekat Selat Hormuz hari ini,” demikian tertulis dalam postingan tersebut.
Di sisi lain, muncul pernyataan dari pihak pemerintah Amerika Serikat (AS) sebagai pihak yang berkonflik dengan Iran.
Gedung Putih menyebut pasukan tersebut sebagai perompak alias pencuri di perairan Selat Hormuz.
Hal itu, sontak memicu perdebatan bagi sebagian publik di media sosial.
Terlebih, muncul pertanyaan ihwal penggerudukan pada kapal besar di Selat Hormuz itu merupakan tindak tegas Militer Iran atau justru menjadi propaganda AS dalam upaya negosiasinya usai gencatan senjata.
Lantas, bagaimana sebenarnya kronologi kasus penggerudukan kapal kargo pada jalur perdagangan strategis di Asia tersebut? Berikut fakta terkini di antaranya.
2 Kapal ‘MSC’ Digeruduk
Berdasarkan laporan NY Post, pada Kamis, 23 April 2026, terdapat 2 kapal yang digeruduk dalam insiden itu, yakni MSC Francesca dan Epaminondas.
“MSC Francesca dan Epaminondas dilaporkan melanggar aturan maritim di perairan strategis tersebut,” demikian tertulis dalam laporan NY Post.
Hal tersebut sontak memicu ketegangan di Timur Tengah yang kembali meningkat.
Terkhusus, setelah Iran merilis video yang diklaim menunjukkan pasukan militernya yang menyita 2 kapal kargo ‘MSC’ di Selat Hormuz.
Rekaman tersebut disiarkan media pemerintah Iran hanya beberapa jam setelah perpanjangan gencatan senjata diumumkan.
Naiki Lambung Kapal Pakai Tangga
Dalam video yang beredar, pasukan bertopeng itu tampak mendekati kapal kontainer bertanda MSC sebelum menaiki lambung kapal menggunakan tangga.
Aksi serupa juga terlihat saat mereka mendekati kapal lain dan memasuki bagian dalamnya.
2 kapal kargo itu diketahui berbendera Panama dan Liberia, dan kini disita karena diduga beroperasi tanpa izin serta memanipulasi sistem navigasi.
AS Soroti sebagai Aksi Perampokan
Di lain pihak, terdapat laporan otoritas maritim Inggris yang menyebut kapal mengalami kerusakan setelah pasukan Iran melepaskan tembakan dan melempar granat dari kapal cepat.
Hal tersebut sontak menuai reaksi AS yang menilai insiden ini tidak melanggar gencatan senjata.
“Ini bukan kapal AS atau Israel, melainkan kapal internasional,” ujar juru bicara Karoline Leavitt dikutip dari NY Post dalam artikel yang sama.
Karoline Leavitt juga menyebut, tindakan yang dilakukan pasukan Garda Revolusi Iran sebagai aksi perampokan.
Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah pasukan AS mengambil alih kapal berbendera Iran di kawasan yang sama.***