
Jakarta- Kapal-kapal tanker dan niaga yang mencoba melintasi Selat Hormuz pada Sabtu (18/4) menerima pesan radio dari Angkatan Laut Iran yang menyatakan mereka tidak diizinkan melintas.
“Dua kapal juga dilaporkan terkena tembakan,” kata seorang sumber pelayaran yang dikutip Reuters, Sabtu, (18/4).
Sejumlah kapal komersial sebelumnya mencoba melewati selat setelah menerima pemberitahuan sehari sebelumnya yang menyatakan jalur akan dibuka, namun dengan pembatasan pada rute yang dianggap aman oleh Iran.
Namun pada Sabtu, setidaknya dua kapal melaporkan bahwa kapal Iran melepaskan tembakan ke mereka. Insiden terjadi di perairan antara Pulau Qeshm dan Larak. Kedua kapal tersebut akhirnya berbalik arah tanpa menyelesaikan pelayaran.
Badan United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) menyatakan menerima laporan insiden sekitar 20 mil laut timur laut Oman. Kapten sebuah kapal tanker mengatakan kapalnya didekati dua kapal bersenjata milik Garda Revolusi Iran yang kemudian melepaskan tembakan. Kapal dan awaknya dilaporkan selamat.
Sebuah kapal kontainer juga dilaporkan terkena tembakan.
Beberapa kapal melaporkan bahwa Angkatan Laut Iran menyiarkan pesan radio VHF yang menyatakan Selat Hormuz kembali ditutup.
“Perhatian seluruh kapal, terkait kegagalan pemerintah AS memenuhi komitmennya dalam negosiasi, Iran menyatakan Selat Hormuz sepenuhnya ditutup kembali. Tidak ada kapal jenis apa pun atau dari negara mana pun yang diizinkan melintas,” demikian isi pesan radio tersebut.
Ratusan kapal dan sekitar 20.000 pelaut saat ini terjebak di kawasan Teluk, menunggu kesempatan melintasi jalur vital yang menangani sekitar 20% aliran minyak dan gas alam cair dunia.
Sebelumnya, pelacak maritim menunjukkan konvoi delapan kapal tanker sempat melintasi selat, pergerakan besar pertama sejak perang AS-Israel melawan Iran dimulai tujuh minggu lalu.
Namun tak lama kemudian, Iran menyatakan kembali memberlakukan kontrol militer ketat atas jalur sempit tersebut, yang sebelum perang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak global, di tengah berlanjutnya blokade AS terhadap pelabuhan Iran.
Dalam pernyataan tegas di kanal Telegram, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyebut Angkatan Laut Iran siap memberikan “kekalahan pahit baru” kepada musuh-musuhnya.***