Kapolres Palopo Bantah Isu Teror Gereja: Fakta di Balik Insiden Lempar Batu

Palopo – Isu dugaan “teror gereja” yang sempat mencuat di Kota Palopo kini mendapat klarifikasi tegas dari pihak kepolisian. Narasi yang berkembang di salah satu media online dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan fakta di lapangan.

Kapolres Palopo, AKBP Dedi Surya Dharma, S.H., S.I.K., M.M, menegaskan bahwa insiden pelemparan batu yang mengenai salah satu gereja bukanlah bentuk serangan teror, melainkan imbas dari konflik antar kelompok pemuda yang terjadi di sekitar lokasi kejadian.

“Kami tegaskan bahwa kejadian tersebut bukan merupakan aksi teror. Itu adalah dampak dari perkelahian antar pemuda yang saling lempar batu, sehingga mengenai rumah warga termasuk gereja yang berada di sekitar lokasi,” ujar AKBP Dedi Surya Dharma.

Jejak Konflik Lama Kembali Muncul

Dari penelusuran, lokasi kejadian memang memiliki riwayat konflik serupa. Aksi saling lempar antar kelompok pemuda disebut bukan hal baru di wilayah tersebut. Bahkan, menurut keterangan Kapolres, situasi sempat kondusif sejak akhir tahun 2025 sebelum kembali memanas dalam beberapa hari terakhir.

Peristiwa yang terjadi tiga hari lalu itu menjadi pemicu munculnya kembali kekhawatiran di tengah masyarakat, terlebih setelah narasi “teror gereja” beredar luas.

Langkah Penanganan dan Penyelidikan

Pihak Polres Palopo memastikan telah mengambil langkah cepat untuk mengendalikan situasi serta melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku yang terlibat.

“Kami dari Kepolisian Resor Palopo akan serius menangani kejadian ini. Apabila pelaku berhasil kami identifikasi dan tangkap, tentu akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif untuk mencegah konflik serupa terulang.

Peran Masyarakat Jadi Kunci

Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan, Kapolres juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat, khususnya dalam memberikan informasi terkait aktivitas kelompok pemuda yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.

“Kami sangat berharap kepada seluruh masyarakat di Palopo agar tidak ragu memberikan informasi kepada pihak kepolisian jika mengetahui identitas anak-anak yang sering melakukan tawuran. Masyarakat juga dapat segera menghubungi layanan kepolisian di nomor 110,” tambahnya.

Menepis Provokasi, Menjaga Kerukunan

Klarifikasi ini menjadi penting di tengah sensitifnya isu yang menyangkut rumah ibadah dan kerukunan antar umat beragama. Polisi mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Dengan situasi yang kini kembali kondusif, Polres Palopo menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan wilayah serta menindak tegas setiap bentuk gangguan kamtibmas sesuai hukum yang berlaku.***